OAB (Orientasi Anggota Baru) KPM UNJ 2014 : 14-16 November 2014, STPP Bogor.

Rabu, 07 Agustus 2013

TOT 2 Micro Teaching

"Micro Teaching"

Marhaban ya ramadhan,, Haii sahabat-sahabat KPM’ers takterasa ya,, bulan ramadhan ini hampir selesai, nanti malm tinggal nungguin hasil pengumuman sidang isbad, untuk memastikan besok lebaran. 
Hmmm besok jadi lebaran gak ya?? *hihihi. 

 Oh’a KPM’ers mimin mau sharing-sharing lagi nih tentang TOT (jangan disambung bacanya) Kegiatan TOT yang kedua ini membahas mengenai micro teaching yang dilaksanakan pada tanggal 19 April 2013 jam 17.00 di Sekretariat KPM. Dengan pemateri salah satu alumni KPM UNJ yaitu saudara Muhammad Pauji, S.Pd..
nahh ini dia pemateri kita,
Muhammad Pauji, S.Pd..

Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 25 orang. Kegiatan TOT tentang micro teaching ini bertujuan untuk menanamkan rasa percaya diri terhadap calon fasilitator saat memberikan materi untuk peserta didik di KIR SMP maupun SMA serta mengaplikasikan bagaimana membuka materi sampai menutup pertemuan dengan baik. 

Review dari materi micro teaching : 
Micro Teaching merupakan suatu kegiatan mengajar dimana segalanya diperkecil atau disederhanakan. Dan dapat digunakan dalam pendidikan pre service maupun pendidikan in service. Tujuan micro teaching salah satunya mengembangkan kemampuan mawas diri dan menilai orang lain. Terdapat beberapa keterampilan dalam melakukan micro teaching dan langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan, yaitu.
  1. Keterampilan membuka pelajaran. yaitu : Memperhatikan sikap dan tempat duduk dan memulai pelajaran setelah siswa, Memulai pelajaran setelah nampak siswa siap belajar, Cara mengenalkan pelajaran cukup menarik, Mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkan pengetahuan yang sudah diketahui oleh siswa (apersepsi), Hubungan antara pendahuluan dengan inti pelajaran nampak jelas dan logis.
  2. Keterampilan memberi motivasi. Yaitu : Mengucapkan ‘baik”, bagus, ya, bila siswa menjawab/ mengajukan pertanyaan, Ada perubahan sikap non verbal positif pada saat menenggapi pertanyaan/ jawaban siswa, Memuji dan memberi dorongan dengan senyum, anggukan atas partisipasi siswa, Memberi tuntunan pada siswa agar dapat memberi jawaban yang benar, Memberi pengarahan sederhana dan pancingan, agar siswa memberi jawaban yang benar.
  3. Keterampilan bertanya yaitu : Memberikan pertanyaan secara merata diantara para siswa dan teknik menunjuk yang memungkinkan seluruh siswa siap, Pertanyaan ditunjukan keseluruhan kelas lebih dahulu, baru menunjuk, Guru menggunakan teknik -pause- dalam menyampaikan pertanyaan.
  4. Keterampilan menerangkan yaitu : Menggunakan contoh, ilustrasi, analogi, dan semacamnya menarik perharian siswa, Memperhatikan dengan sungguh-sungguh respon siswa yang berupa pertanyaan, reaksi, usul dan semacamnya, Menjelaskan respon siswa, sehingga siswa menjadi jelas dan mengerti.
  5. Keterampilan mendayagunakan media yaitu guru terampil menggunakan media dan memilih media yang sesuai.
  6. Keterampilan menggunakan metode yang tepat yaitu menggunakan metode yang telah memenuhi atau mengikuti sistematika metode tersebut dan juga menguasai penggunaan metode tersebut.
  7.  Keterampilan penampilan non verbal yaitu suara guru cukup bervariasi, lemah dan keras. Menggunakan isyarat tangan, badan, dan wajah cukup bervariasi.
  8. Keterampilan penjajagan/assesment a. Menaruh perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan. b. Mencari/melakukan apa yang menjadi sumber terjadinya kesulitan. c. Melakukan kegiatan untuk mengatasi/menunjukan kesulitan siswa.
  9. Keterampilan menutup pelajaran yaitu : Dapat menyimpulkan pelajaran dengan tepat, Dapat menggunakan kata-kata yang dapat membesarkan hati siswa, Dapat menimbulkan perasaan mampu ( sense of achievment) dari pelajaran yang diproleh, Dapat mendorong siswa tertarik pada pelajaran yang telah diterima. 
Dokumentasi kegiatan Micro Teaching



Read more »»  

Selasa, 06 Agustus 2013

TOT (Training Of Trainer ) 1. "PENGENALAN KIR (Kelompok Ilmiah Remaja)

"PERKENALAN KIR"

Hallo teman-teman KPM’ers, sepertinya tinggal menghitung hari menuju hari Kemenangan bagi umat islam, ya.. (Hari Raya Idul Fitri 1434 H). Hmm pastinya teman-teman sudah merancang agenda liburan untuk berkunjung ke tempat sanak saudara, bahkan sudah ada yang mudik (pulangampung).

Postingan Kali ini mimin akan ngeshare mengenai TOT (Training Of Trainer) salah satu program kerja P2EK (Perencanaan Pengembangan Edukasi & Keilmiahan), TOT (jangan di sambung bacanya) ini merupakan salah satu program rutinnya KPM yang gak.. kalah (kece) dengan NALARI. TOT ini bertujuan Untuk melatih Anggota-anggota KPM UNJ agar mampu menjadi seorang Trainer, pengajar/pembina KIR.
                                                               *KIR????
 
TOT (Training Of Trainer) 1 yang diselenggarakan pada tanggal 22 Maret 2013 pada jam 17.00 di Sekretariat KPM, dengan jumlah peserta 26 orang. Materi perdana ini yaitu mengenai pengenalan KIR, yang akan di sampaikan oleh saudara Helmi Romdhoni, APMP. Tujuan dari kegiatan ini yaitu peserta mengetahui sejarah tentang KIR, birokrasi dan program kerja KIR, tujuan dan manfaat pengajaran KIR bagi fasilitator/pembina, aktivitas yang biasa dilakukan, serta masalah-masalah yang sering ada dalam kegiatan di KIR. Berikut review materi yang bisa diketahui :

KIR merupakan singkatan Kelompok Ilmiah Remaja dan juga Organisasi Ekstrakulikuler yang bergerak di bidang Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Organisasi ini dapat ditunjukkan untuk siswa yang berusia 12-21 tahun. Jenis-jenis dari KIR ada Tingkat Intra Sekolah dan Tingkat Antar Sekolah. Tingkat intra sekolah seperti tingkat SMP dan tingkat SMA. Sedangkan Tingkat antar sekolah yaitu KIRJU, KIRJAS, KIRPUS, KIBAR, PIRAMID, BASIC, FOSCA, dll.

Latar belakang didirikannya KIR yaitu berdasarkan hasil Konferensi Anak - anak Dunia (Children of World Conference) yang diselenggarakan oleh UNESCO (Salah satu Badan / Organisasi PBB yang mengurusi Pendidikan, Iptek, dan Kebudayaan) pada tahun 1963 bertempat Grenobel Perancis. Di Indonesia, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) memperkenalkan KIR dikalangan sistem pendidikan tahun 1969, dua tahun setelah LIPI berdiri, yakni tahun 1967.

Tujuan KIR didirikan sangat banyak, salah satunya untuk meningkatkan kesadaran tentang peranan IPTEK dalam kehidupan dan pembangunan bangsa. Sedangkan manfaat KIR ada manfaat untuk siswa, guru, maupun sekolah.

Dalam membentuk Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di tingkat Sekolah, ada beberapa yang perlu dijadikan bahan pertimbangan dan persiapan seperti waktu dan kelengkapan dari organisasi tersebut. Unsur organisasi KIR terdiri dari :

  1. Anggota KIR (siswa yang telah lolos penyelesaian dan pelantikan keanggotaan).
  2. Pengurus KIR (anggota yang mengelola KIR dengan masa waktu max 1 tahun).
  3. Pembina kir (guru yang ditunjuk pihak sekolah untuk mendampingi KIR).
  4. Alumni KIR (anggota yang telah lulus dari sekolah).
  5. Partisipan KIR (pihak luar yang peduli akan aktivitas KIR).

Pendanaan organisasi KIR didapat dari :

  • Iuran Kas KIR.
  • Subsidi dari pihak Sekolah.
  • Donatur.
  • Sponsorship.
  • Fundingship.

Aktivitas yang dilakukan organisasi KIR terdiri dari :

  1. Pengenalan KIR.
  2. Penyelesaian KIR.
  3. Pelantikan KIR.
  4. Pertemuan KIR.
  5. Pelatihan KIR.
  6. Praktikum/Penelitian KIR.
  7. Perlombaan KIR.
  8. Pergantian Kepengurusan KIR.
  9. Program Kerja KIR.
  10. Proyek KIR.

KIR mempunyai beberapa kegiatan pertemuan seperti pertemuan mingguan, pertemuan bulanan, dan pertemuan tahunan. Sedangkan untuk pelatihan diantaranya pelatihan dasar, pelatihan menengah, dan pelatihan mahir. Di setiap kegiatan KIR pasti mempunyai berbagai macam permasalahan, contohnya dalam kaderisasi, kegiatan, koordinasi, dan prestasi.


Dokumentasi Kegiatan

Pemateri dan Ka. Divisi P2EK
penyerahan sertifikat kepada pemateri




Read more »»  

Sabtu, 03 Agustus 2013

Nalari ke 7 " UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN"

" UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN"

Hai-Hai.. KPM'ers.. salam.. "Meneliti Membangun Bangsa".
Pada tanggal 03 Mei 2013, telah terselenggara Nalari ke 7 di sekretariat KPM UNJ, Gedung G lantai 1 ruang 105. Materi kali ini mengenai "Uji Validitas & Reliabilitas Instrumen" materi kali ini di sampaikan oleh salah satu Purna Dewan KPM yaitu saudara Muhamad Ary Setiawan, APMM, dengan jumlah peserta 19 orang.

Seperti biasa Nalari di mulai pukul 16:30 WIB, peserta sangat antusias ketika materi mulai di sampaikan, karena materi ini sangat penting dalam pembuatan Instrumen pada sebuah penelitian. 
Uji validitas dan reliabelitas di butuhkan bertujuan untuk, validitas di gunakan untuk untuk mengetahui sejauh mana ketepatan dan kecermatan instrumen mengukur apa yang seharusnya diukur. sedangkan  Reliabelitas di gunakan untuk untuk mengetahui sejauh mana instrumen dapat dipercaya (konsisten) ketepatan dan kecermatannya dalam melakukan suatu pengukuran.
Contoh : Alur kegiatan & suasana, kemudian urutan-urutan kegiatannya seperti apa. 

Jenis-jenis validitas yaitu :
  1. Validitas isi.
  2. Validitas Kriteria (Eksternal).
  3. Validitas Kriteria (Eksternal).

Adapun Cara pengujian reliabelitas yaitu menggunakan :
  1. Uji Test-retest.
  2. Uji Ekuivalen (Teknik Paralel)
  3. Uji Teknik gabungan.
  4. Uji Teknik reliabilitas internal.
    *untuk kamu-kamu yang masih bingung dengan istilah diatas  bisa baca nuku-buku instrumen penelitian yang ada di sekretariat KPM UNJ,* 
Setelah materi selesai kemudian di berikuan latihan berupa meng analisis data yang sudah di tetapkan oleh pembicara, Setalah kegiatan selesai di lakukan penutupan dan penyerahan sertivikat kepada pembicara.

Dokumentasi kegiatan.



ketika materi berlangsung beberapa peserta ada yang merasa pusing karena materi ini cukup berat.


pemateri -Saudara Muhamad Ary Setiawan, APMM,
Nama panggilan Ka Ary.

Read more »»  

NALARI 6. "Teknik Pembuatan Angket"

"TEKNIK PEMBUATAN ANGKET" 

WAKTU KEGIATAN : 26 April 2013.
TEMPAT KEGIATAN : Sekretariat KPM UNJ, Gedung G. Ruang 105, Kampus A Universitas Negeri Jakarta.
PEMATERI : Arief Subiyandono, S.Pd, APMK.
JUMLAH PESERTA : 19 peserta.

REVIEW MATERI.
INSTRUMEN PENELITIAN.

  • Instrumen adalah alat ukur.
  • Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.
  • Instrumen penelitian yang tidak Valid dan Reliabel dapat mengakibatkan hasil penelitian / simpulan menjadi salah / kabur / bias / tidak jelas / tidak relevan dengan kondisi nyata.


KLASIFIKASI INSTRUMEN PENELITIAN.

  1. TES : Sekumpulan pernyataan/pertanyaan yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, intelegensi, bakat, individu atau kelompok. Contoh : Tes kepribadian, Tes bakat, Tes intelegensi, Tes sikap, Tes minat, Ujian, dll
  2. NON TES : kecuali di atas. Contoh :  angket, observasi, wawancara, dll.
INSTRUMEN PENELITIAN.
  • Angket.
  • Wawancara.
  • Observasi.
  • Lembar cheklist.
  • Soal-soal ujian.
  • dll. 
LANGKAH MEMBUAT INSTRUMEN


 ANGKET/KUESIONER.

  • Angket/kuesioner adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden.
  • Angket diisi oleh responden sesuai dengan yang “dia” kehendaki/ketahui/rasakan. • Angket adalah instrumen untuk jenis penelitian kuantitatif.
  • Angket adalah penelitian kualitatif yang kuantitatifkan
  • Angket adalah penelitian kuantitatif yang disimpulkan dalam bentuk kualitatif.
PEMBAGIAN ANGKET.


Soal :

  • Angket tertutup.
  • Angket terbuka.
  • Angket gabungan.

Jawaban yang diberikan : 


  • Angket langsung.
  • Angket tidak langsung.

Cara penyebaran : 


  • Diberikan langsung oleh peneliti.
  • Lewat surveyor.
  • Melalui pos.
  • Melalui telepon.
  • Melalui media internet.
  • Diberikan secara individu.
  • Diberikan secara kelompok.

KRITERIA ANGKET.


  1. Pertanyaan/pernyataan berupa fakta.
  2. Pertanyaan/pernyataan pendapat atau sikap.
  3. Pertanyaan/pernyataan berupa informasi.
  4. Pertanyaan/pernyataan berupa persepsi diri.

KAPAN SIH HARUS PAKE ANGKET...?


  1. Responden adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri.
  2. Responden dapat dipercaya.
  3. Jumlah responden banyak.
  4. Waktu penelitian singkat/pendek.
  5. Lokasi penelitian luas.

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN ANGKET/KUESIONER.
  1. Cepat.
  2. Peneliti tidak perlu hadir.
  3. Kerahasiaan terjamin.
  4. Terstandar.
  5. Murah.

Langkah-langkah Pembuatan Angket.
  1. Tentukan judul penelitian yang akan diangkat.
  2. Mempuyai 2 variabel (bebas dan terikat).
  3. Tentukan variabel penelitian.
  4. Variabel x :...............................? 
  5. Variabel y :...............................?
  6. Buat definisi operasional variabel.
  7. Penjelasan tentang variabel yang akan diteliti dan batasan-batasannya.
  8. Tentukan sasaran responden.
  9. Usia :.......................tahun.
  10. Pendidikan : TK.....SD.......SMP.......SMA......?
  11. Profesi : siswa, mahasiswa, petani, dosen, umum.
  12. Untuk menentukan sampel dari populasi dapat menggunakan Tabel Morgan.


JENIS SKALA PENELITIAN.
  1. Skala Likert : digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Contoh : SANGAT SETUJU SANGAT PUAS SETUJU PUAS NETRAL CUKUP PUAS TIDAK SETUJU TIDAK PUAS SANGAT TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK PUAS.
  2. Skala Guutman : Skala kumulatif. Apabila responden mengiyakan pernyataan yang berbobot yang lebih berat, ia akan mengiyakan pernyataan yang kurang berbobot lainnya, Terdiri dari beberapa pertanyaan yang diurutkan secara hierarkis, Skala guttman digunakan untuk jawaban yang bersifat jelas dan tegas CONTOH : Yakin-tidak,  Benar-salah,  Pernah-belum, Setuju-tidak setuju, Positif-negatif.
  3. Skala Diferensial Semantik : Skala perbedaan semantik (ilmu arti kata) yang berisikan serangkaian karakteristik bipolar (dua kutub). Skala deferensial semantik memiliki tiga dimensi dasar sikap seseorang terhadap objek : * Potensi atau kekuatan objek * Evaluasi atau hal yang menguntukan atau merugikan dari suatu objek * Aktivitas atau tingkat gerakan suatu objek.
  4. Skala Rating : Skala pengukuran likert, guttman dan diferensial semantik adalah data kualitatif yang di kuantitatifkan. Sedangkan skala rating adalah data penilaian kuantitatif yang ditafsirkan dalam pengertian kualitatif.
  5. Skala Thrustone. : Skala Thurstone adalah skala penelitian yang menyajikan beberapa pernyataan yang berbeda, kemudian responden diminta memilih beberapa pernyataan yang dia setujui. • Setiap item pada skala thurstone memiliki hubungan satu sama lain dan memiliki nilai atau bobot tertentu, namun responden tidak mengetahuinya. 

PERNYATAAN ANGKET.
  1. Bahasa yang digunakan.
  2. Tipe pernyataan.
  3. Pernyataan tidak mendua.
  4. Responden mampu menjawab pernyataan.
  5. Apakah jawaban responden memadai.
  6. Satu pernyataan menanyakan satu hal.
  7. Tidak menanyakan masa lalu .
  8. Pernyataan tidak menggiring.
  9. Tidak terlalu panjang.
  10. Urutan pernyataan.
  11. Penampilan fisik angket.
  12. Kemudahan menjawab responden.
  13. Pernyataan mengacu pada indikator.
  14. Jawaban dengan pernyataan relevan.
  15. Minimalisasi pernyataan yang mungkin dapat ditolak/diterima secara umum.
  16. Atur pernyataan secara hirarki mudah ke sulit.
  17. Cara Pengisian semudah mungkin.

MORFOLOGI ANGKET.
  • KEPALA ANGKET.
  • PETUNJUK ANGKET.
  • PERNYATAAN 


 ALUR KEGIATAN.
"

Kegiatan nalari ini berlangsung pada hari jumat (26 April 2013) pukul 17.00 - 20.30 WIB. Alur kegiatan ini dimulai dari pembukaan oleh MC dan diserahkan ke moderator untuk memimpin jalannya acara nalari ini. Setelah materi selesai, peserta diberikan post test, dan diakhiri dengan penutupan. Kegiatan ini berjalan dengan baik. Kondisi peserta pun sangat antusias dan menjadi paham tentang teknik pembuatan angket.

DOKUMENTASI





Read more »»  

Seminar Proposal Penelitian P3KPM

Seminar Proposal Penelitian P3KPM

Diadakan pada tanggal 27 April 2013 pukul 08.00 WIB di KPM UNJ dilaksanakan oleh Divisi P2P dengan Panelis yaitu Agung Nurfaika S.Pd, APMU , Apriyanti APMM, Sri Astriani APMM dan jumlah peserta sebanyak 11 orang peserta.

REVIEW.

Seminar proposal penelitian merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan P3KPM. Pada seminar proposal ini, peserta (anggota KPM) yang ingin melakukan penelitian yang didanai oleh KPM diwajibkan untuk mempresentasikan usulan penelitiannya di hadapan panelis. Proposal yang disetujui untuk didanai wajib untuk direalisasikan sebagai penelitian oleh peserta. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian yang solutif.


 Terdapat 4 judul proposal penelitian yang diajukan oleh anggota KPM yaitu :

  1. Pemanfaatan Selulosa Pada Limbah Kulit Durian Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kertas (Tia Widiastuti, APMM, dkk).
  2. Pengaruh Fermentasi Saccharomyces Cerevisiae Terhadap Kandungan Ekstrak Buah Berenuk ( Crescentia Cujete) Sebagai Bahan Baku Bioetanol (Riqa Astriani, APMP, dkk)
  3. Konversi Energi Gerak Menjadi Energi Listrik Berbasis Putaran Rotor (Salomoan, APMM, dkk).
  4. Analisis Kebutuhan Anggota Kelompok Peneliti Muda (Kpm) Unj Untuk Meningkatkan Kemampuan Penelitian Di Kpm Unj (Fadilla Nuraini, APMM, dkk).
Berdasarkan penilaian panelis, maka telah disepakati keempat proposal yang diajukan tersebut didanai dan wajib untuk direalisasikan. Hasil penelitian yang dilaksanakan nantinya akan bermuara pada Seminar Hasil Penelitian atau hasil penelitian akan dipresentasikan di hadapan civitas akademika UNJ baik berupa poster maupun presentasi ilmiah. Alur kegiatan berupa pembukaan, presentasi para peserta secara acak (dikocok) dipandu oleh MC, penilaian dari panelis, penutup.
Read more »»